*DOKTER SARANKAN SEGERA OPERASI, BAPAK HAMJAH KEPALA KELUARGA KARANG SAMBUNG 2 BULAN MENUNGGU KAMAR KOSONG – KELUARGA TERLANTAR, IBU AMI MOHON TINDAK LANJUT PEMERINTAH & RS SARI ASIH SERANG*
Banten, Sanggartv.my.id – Bapak Hamjah, 61 tahun, kepala rumah tangga warga Kampung Karang Sambung, Kelurahan Banten, Kota Serang, Banten, sudah hampir dua bulan menjalani hari dengan kateter terpasang di tubuhnya. Sejak dirujuk Puskesmas Karang Hantu ke RS Sari Asih Serang pada April 2026, beliau belum juga mendapat kepastian kamar rawat inap hingga pertengahan Juni ini.
Sebagai tulang punggung keluarga, kondisi Bapak Hamjah membuat roda ekonomi rumah tangga terhenti. Setelah diperiksa di RS Sari Asih Serang, dokter yang menangani menyampaikan kepada keluarga bahwa Bapak Hamjah harus segera dioperasi dan perlu segera booking kamar rawat inap. Namun kenyataan di lapangan berbeda. Setiap kali kontrol ke poli, keluarga hanya mendapat jawaban yang sama dari petugas: kamar masih kosong.
“Dokter bilang suami saya harus segera dioperasi, segera booking kamar. Tapi sudah dua bulan ini tiap ke poli jawabannya belum ada kamar kosong. Beliau kepala rumah tangga, sekarang semua jadi terlantar. Anak sekolah, kebutuhan dapur, semua terhenti karena kami fokus bolak-balik RS urus Bapak Hamjah,” ujar Ibu Ami, istri Bapak Hamjah, dengan nada cemas.
Ibu Ami menambahkan, sebagai peserta BPJS mereka tidak meminta diistimewakan. Keluarga hanya memohon kepastian dan tindak lanjut sesuai arahan dokter. Menunda operasi pada kondisi kateter jangka panjang berisiko tinggi komplikasi infeksi saluran kemih.
Karena itu keluarga berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait. Kepada manajemen RS Sari Asih Serang, keluarga meminta kepastian tertulis terkait jadwal operasi dan rawat inap Bapak Hamjah sesuai rekomendasi dokter. Jika kapasitas memang tidak memungkinkan, keluarga memohon agar segera dirujuk ke RSUD Banten atau RSUD Kota Serang sesuai prosedur BPJS.
Kepada BPJS Kesehatan KC Serang, keluarga berharap mekanisme prioritas untuk kasus urgent segera diaktifkan. Koordinasi antar rumah sakit diperlukan agar peserta tidak menggantung tanpa kepastian selama berbulan-bulan. Sementara kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang, keluarga meminta pengawasan dan perhatian serius. Rekomendasi medis dari dokter seharusnya menjadi dasar utama pelayanan, bukan menunggu antrean kamar tanpa batas waktu.
Warga Kampung Karang Sambung menunggu. Bapak Hamjah menunggu. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah tindakan nyata dan kepastian, agar roda kehidupan mereka bisa kembali berjalan.(Red)






