*Guru P3K Provinsi Banten Menjerit: Tukin Menyempit, Masa Depan Pendidikan Terancam*

IMG-20260304-WA0026

Propinsi Banten 04 Maret 2026
SANGGAR TV.My.Id
Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Provinsi Banten sedang menghadapi kesulitan besar. Rencana pemangkasan tunjangan kinerja (tukin) yang drastis telah memicu kekhawatiran dan jeritan para guru.

Sejak tahun 2021 hingga 2025, guru P3K menerima tukin sebesar Rp2,5 juta per bulan. Namun, pada tahun ini, nominal tersebut dikabarkan turun menjadi Rp1,5 juta. Lebih memprihatinkan lagi, untuk guru P3K yang diangkat pada tahun 2025, tukin yang akan diterima hanya sebesar Rp350 ribu.

“Kalau tunjangannya saja tidak dihargai, bagaimana masa depan dunia pendidikan kita?” tegas Alamsyah, aktivis asal Kabupaten Tangerang.

Pemangkasan tukin ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan guru, tetapi juga pada kualitas pendidikan. Guru-guru yang sudah bekerja keras dengan gaji yang minim, kini harus menghadapi kesulitan ekonomi yang lebih besar.

“Keluarga P3K akan menghadapi kesulitan ekonomi yang lebih besar. Anak-anak mereka tidak bisa lagi mendapatkan pendidikan yang layak, dan kebutuhan sehari-hari tidak bisa terpenuhi,” tambah Alamsyah.

Pemerintah Provinsi Banten diminta untuk mengkaji kembali kebijakan ini dan memprioritaskan kesejahteraan guru. Efisiensi anggaran harus difokuskan pada kegiatan yang tidak efektif, bukan pada tunjangan guru.

“Jangan sampai pemangkasan tukin ini menjadi isu yang dikaitkan dengan program unggulan ‘Bang Andra’ Bangun Jalan Desa Sejahtera,” tutup Alamsyah.

*Derita Keluarga P3K*

– Anak-anak tidak bisa lagi mendapatkan pendidikan yang layak
– Kebutuhan sehari-hari tidak bisa terpenuhi
– Keluarga harus menghadapi kesulitan ekonomi yang lebih besar
– Guru-guru harus bekerja keras dengan gaji yang minim

*Permintaan sudah seharusnya untuk mengkaji kembali kibajakan terkait P3K supaya kehidupan ekonomi dari keluarga guru P3K bisa terjamin.

– Pemerintah Provinsi Banten harus mengkaji kembali kebijakan pemangkasan tukin
– Efisiensi anggaran harus difokuskan pada kegiatan yang tidak efektif
– Prioritaskan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan

( Psb daod73 )